Syukur yang melampaui kata-kata
Roma 12:1 mengajak orang percaya mempersembahkan hidup kepada Allah. Ajakan ini membawa ibadah dekat dengan keseharian: cara bekerja, menggunakan waktu, merawat milik bersama, dan memperhatikan sesama. Syukur tidak harus menunggu keadaan sempurna untuk mulai diwujudkan.
Mengenal jemaat, menghormati sumber sejarah
Website Bukit Moria Bobu menyediakan pengenalan ruang pelayanan dan bacaan pembinaan iman dengan semangat penatalayanan. Ini adalah tema editorial untuk menghidupi syukur, bukan penjelasan asal-usul nama jemaat atau rekonstruksi sejarah pendiriannya.
Tahun berdiri, nama perintis, dan tonggak pelayanan belum dipublikasikan. Sejarah Bukit Moria Bobu perlu disusun dari sumber yang dikonfirmasi oleh jemaat, bukan dipinjam dari sejarah jemaat lain.
Jelajahi Pelayanan ↗